Pemandian Air Panas (Pingit)
PINGIT
Desa Gumelem terdiri dari
Desa Gumelem Wetan dan Gumelem Kulon berada di wilayah Kecamatan Susukan,
sekitar 30 kilometer dari ibukota Kabupaten Banjarnegara, Propinsi Jawa Tengah.
Desa Gumelem, khususnya
Gumelem Wetan dengan wilayah yang cukup luas dan jumlah penduduk yang cukup
banyak merupakan daerah peninggalan jaman kademangan dimana banyak
peninggalan-peninggalan yang bersifat sejarah baik itu tempat, seni dan budaya,
maupun adat-istiadatnya.
Terdapat beberapa tempat
di Desa Gumelem Wetan yang dapat dijadikan sebagai obyek wisata. Salah satu diantaranya adalah tempat
pemandian air hangat ” Pingit “.
Pemandian air hangat
“Pingit” merupakan pemandian yang bersumber pada mata air panas yang berasal
dari pegunungan yang ada di Desa Gumelem Wetan, sehingga air panas ini
mengandung belerang. Kandungan belerang
yang terdapat di dalam air ini mempunyai khasiat salah satunya dapat mengobati
penyakit kulit. Banyak orang mendatangi
pemandian air hangat “Pingit” ini dengan berbagai tujuan. Ada yang datang hanya sekedar berkunjung
untuk menikmati wisata alam sepanjang jalan menuju lokasi, ada juga yang
berkunjung karena ingin mengobati penyakit kulit yang dideritanya dengan cara
mandi di pemandian tersebut.
CURUG
GENTING
Curug Genting memiliki
ketinggian kurang lebih 70 m dengan debit terjunan air yang cukup besar.
Di dekat lokasi Curug
Genting juga terdapat Curug Mrawu yang memiliki ketinggian sekitar 50
meter. Curug ini nantinya aliran airnya
akan menyatu dan menjadi sumber utama sungai Mrawu salah satu anak Sungai
Serayu.
Padahal masih ada objek wisata alam yang
sangat indah dan menjanjikan petualangan dan pengalaman yang mengasyikkan.
Wisata ini terletak di sebelah selatan desa Batur. Tepatnya di dusun Tiyeng
Desa Batur Kecamatan Batur atau sekitar enam kilo meter dari balai desa Batur.
Objek wisata ini berupa dua buah air terjun yang elok dan pemandian air panas.
Lokasi ini bisa dijangkau dengan mobil atau sepeda motor. Untuk sampai ke dusun
Tiyeng anda dapat melalui desa Penusupan masuk melalui dusun Gemblep atau
melalui Batur. Dari balai desa anda dapat mencapai lokasi ini dengan melewati
dusun Bakalan dan Jelgong. Dari Batur hingga Jelgong jalan sudah diaspal halus.
Dari Jelgong ke Tiyeng juga sudang diaspal namun sudah rusak. Adapun dari
Penusupan jalannya masih berbatu.
Dari dusun Tiyeng anda
harus berjalan kaki untuk sampai ke air terjun Mrawu. Anda akan melewati kebun
wortel dan jagung miliki warga. berjalan menyusuri saluran irigasi yang berasal
dari atas air terjun hingga setelah anda berjalan sekitar 300 meter anda sudah
dapat meihat air terjun Sigenting. Sedangkan air terjun Mrawu masih tersembunyi
di sebuah bukit.
Lanjutkan perjalanan anda
sampai di belokan saluran air yang dari situ anda dapat melihat dua air terjun
sekaligus. Cuma air terjun Mrawu hanya tampah bagian atasnya saja. Itupun
sebagian terhalang sebuah pohon. Dari tempat ini ada jalan menurun yang akan
menuntun anda mencapai lokasi air terjun Mrawu. Jalan menurun ini cukup terjal
dan berujung di saluran irigasi yang berasal dari bawah air terjun Mrawu. Baru
saja anda tiba di saluran irigasi ini anda sudah dapat melihat sumber air panas
yang mengeluarkan uap air. Sekilas anda akan melihat airnya berwarna kuning
atau orange. Tapi sesungguhnya itu adalah warna dari batu yang terbungkus
stalaktit
Sebenarnya letak kedua
curug ini tidak jauh dari pusat Kecamatan Pejawaran. Berjarak sekitar dua
kilometer. Untuk menuju kesana dapat melewati dua jalur. Dari kota
Banjarnegara, menuju kecamatan Madukara, Karangkobar dan Pejawaran. Atau dari
kota Banjarnegara lewat Singamerta Kecamatan Sigaluh, Madukara, Pagetan dan
Pejawaran. Perjalanan dengan kecepatan 60 kilometer perjam memakan waktu
sekitar 1,5 jam.
Bahkan desa Giri Tirta
tersebut berada di jalur menuju Dieng dari kota Banjarnegara. Yaitu dengan
melewati Kecamatan Karangkobar dan Pejawaran. Mungkin karena akses ke lokasi
belum memadai curug tersebut jarang dikenal masyarakat. Hanya masyarakat
Karangkobar dan Pejawaran yang benar-benar tahu lokasi kedua tempat tersebut.
Untuk menuju lokasi harus
jalan kaki dari Dusun terdekat, yaitu Mliken. Sebab harus melewati jalan
setapak dan tanggul irigasi. Selain itu juga melintasi perkebunan jagung,
wortel maupun kubis, yang menjadi mata pencaharian masyarakat setempat.
Perjalanan menuju curug Genting memakan waktu sekitar 15 menit.
Sampai di curug Genting
kita dapat melepas lelah sejenak. Segarnya uap air yang timbul dari air terjun
setinggi 30 meter lebih akan kita rasakan. Bahkan jika terlalu dekat dengan
curug maka uap tersebut akan membuat pakaian menjadi basah. Air yang mengalir
di curug ini berasal dari hutan di wilayah pegunungan utara.
Dari curug genting
perjalanan dilanjutkan menuju sumber air panas. Butuh waktu sekitar sepuluh
menit dengan jalan kaki. Namun untuk menuju sumber air panas ini harus lebih
hati-hati, karena melewati pematang yang sempit dan terkadang jalannya licin.
Selain itu juga harus melintas jembatan bambu.


Post a Comment for "Pemandian Air Panas (Pingit)"