Batik Gumelem
Memakai batik bukan hanya sebagai
kelengkapan sandang dan fashion, namun juga memakai sebuah karya seni.
Begitulah seharusnya agar kita menjadi lebih bangga memakai karya warisan nenek
moyang bangsa ini. Kita mengenal berbagai macam batik dan mungkin Anda juga sudah
mengoleksinya. Ada batik Solo, Jogja, Pekalongan atau bahkan Madura yang sudah
sangat familiar. Tapi pernahkah Anda mendengar batik Gumelem?.
Batik gumelem
Namun pamor Batik Gumelem belum semasyhur Batik
Pekalongan, Batik Solo atau Batik Banyumas. Para pengrajin batik
Gumelem sebagian besar hanya memasarkan batiknya melalui tengkulak yang
pemasarannya masih terbatas di sekitar wilayah Banjarnegara dan Karsidenan
Banyumas.
Batik mulai dikenal di Gumelem sejak
Perang Diponegoro saat Pangeran Puger mengungsi ke Banyumas. Kraton yang pada
masa itu merupakan pusat segala kegiatan kerajaan, diikuti oleh para punggawa
dan budayawan termasuk di dalamnya para seniman batik. Di tempat yang baru
tersebut, batik dikembangkan dengan gaya dan selera masyarakat setempat, maka
salah satunya munculah Batik Gumelem.
Di Kabupaten Banjarnegara Provinsi
Jawa Tengah, tepatnya di Desa Gumelem
Wetan dan Gumelem Kulon Kecamatan Susukan terdapat sentra kerajinan batik.
Inilah kenapa dikenal dengan nama Batik Gumelem. Gumelem berjarak sekitar 40 KM
ke arah barat daya dari ibukota Kabupaten Banjarnegara. Di sini terdapat
puluhan industri rumahan yang tergabung dalam komunitas Usaha Kecil dan
Menengah (UKM) produk kerajinan batik tulis Banjarnegara atau Batik Gumelem.
Untuk mencapai kawasan sentra batik
ini bisa juga ditempuh lewat Kabupaten Banyumas, tepatnya di pinggir jalan raya
Susukan. Di situ terpampang gapura besar bertuliskan Sentra Batik Gumelem
Banjarnegara. Anda bisa mengunjungi gerai-gerai kecil yang menyatu dengan rumah
warga. Di ruang tamu biasanya para pengrajin memajang koleksi kain batiknya
maupun yang sudah berbentuk pakaian jadi. Selain berburu batik, tentunya Anda
juga bisa melihat proses pembuatan batik secara langsung. Hitung-hitung bisa
sekaligus berwisata di samping berburu batik.
Seperti halnya di daerah lain di Jawa
yaitu Jogja, Solo dan Pekalongan, batik tulis memiliki corak khasnya
masing-masing, yang kurang bisa dibedakan oleh orang awam seperti saya. Batik
Gumelem memiliki corak khas yaitu udan liris dan rujak senthe yang diproduksi
secara turun temurun oleh warga setempat. Ciri khas lainnya dari Batik Gumelem
adalah warnanya yang didominasi oleh warna coklat, hitam dan kuning serta
bermotif bunga-bunga. Meskipun dengan berkembangnya industri tekstil, kini
lebih memiliki bermacam-macam warna.
Proses pembuatan Batik Gumelem
melalui beberapa tahapan. Dengan menggunakan kain katun maupun sunforis,
pertama-tama dibuat desain sesuai corak yang diinginkan. Kemudian dibatik
mengikuti corak dengan menggunakan malam yang sudah dipanaskan. Selanjutnya,
kain dicolet menggunakan warna merah, kuning atau warna lainnya. Setelah
kering, kemudian warna hasil coletan tadi ditutup menggunakan malam untuk
menyimpan warna pada saat proses pencelupan. Proses pencelupan ini bertujuan
untuk mendapatkan warna lain pada satu kain. Setelah itu didiamkan, untuk
kemudian dilorod dengan air mendidih yang dicampur aci atau tapioka untuk menghilangkan
malam yang menempel pada kain. Kemudian batik dijemur dan setelah kering baru disetrika atau dipress.
Motif batik di Gumelem sendiri
mengalami pembagian dalam dua golongan corak, yaitu klasik dan
kontemporer. Corak klasik antara lain : Pring Sedapur, Gajah Uling,
Sungai Serayu, Udan Liris, Jahe Serimpang, Sido Mukti, Grinting, Galaran,
Buntelan, Sidoluhur, Ukir Udar, Sekar Jagad, Gabah Wutah, Blaburan, Parang
Angkrik, Parang Angkrik Seling, Kopi Pecah. Pada motif kontemporer sudah
sedikit banyak perbedaan dengan batik banyumas. Motif kontemporer lebih
variatif, mengakomodir kekhasan Banjarnegara, menggunaan pewarnaan yang lebih
berani seperti hijau, merah, biru dan warna-warna lain sesuai keinginan,
dikerjakan oleh pembatik-pembatik muda, corak relatif jarang-jarang dan
besar-besar, satu muka atau dituangkan hanya satu sisi kain, dan dapat
disesuaikan dengan order baik waktu pengerjaan, warna maupun harga. Contoh
Corak Kontemporer: Sawung Alit, Lumbu Pari, Kawung Ceplokan, Kantil Rinonce,
Sekar Tirta, Pilih Tanding, Salak Raja, Sekar Kinasih.
Batik tulis Gumelem yang beraneka
warna ini sangat cocok digunakan dalam suasana santai maupun resmi di
perkantoran (seragam) dan berbagai kegiatan. Harganya pun relatif murah, yakni
berkisar antara Rp170.000 hingga Rp190.000 per lembar.
Jadi bagi Anda yang berkesempatan
melewati daerah Banjarnegara dan sekitarnya, tidak ada salahnya untuk
mengunjungi sentra kerajinan Batik Gumelem. Selain mendukung berkembangnya
industri lokal dalam negeri, juga mendukung meningkatnya perekonomian dan
industri kecil di pedesaan.



Post a Comment for "Batik Gumelem"