Dawet Ayu Banjarnegara
Berkunjung ke Kota Banjarnegara? Pasti kebayang segarnya Dawet Ayu. Apa lagi jika hari menjelang siang, hawa juga mulai panas, hauslah kita ingin menikmati minuman khas Banjarnegara yang terbuat dari cendol. Namun, jangan salah, karena Banjarnegara memiliki aneka kuliner khas yang siap memuaskan Anda yang hobby wisata kuliner salah satunya DAWET AYU BANJARNEGARA
Dawet Ayu merupakan minuman yang diracik perpaduan cendol,
santan dan gula Jawa / gula aren, kadang dicampur nangka / durian , dan lebih
cocok disajikan dengan tambah es. Dawet ayu menjadi “maskot kota Banjarnegara,
sehingga di Alun-alun kota dibangun patung Dawet yang menggambarkan dua orang
penjual dawet lengkap dengan bakul dengan dua tokoh punakawan Semar dan anaknya
Garéng Konon bagi yang
meminumnya akan serasa sepuluh tahun lebih muda dan
menjadi Ayu.
Jika anda berwisata ke banjarnegara belum lengkap kalau
belum menikmati sajian segarnya Dawet Ayu Asli Banjarnegara. Minuman yang
digemari para wisatawan ini beraal dari perpaduan santan, air gula Jawa/ juruh
dan isinya dawet yang terbuat dari tepung beras dan sedikit tepung pohon aren
(tepung gelang).
Sejarah asal-usul
nama dawet ayu ada beberapa versi yang beredar di masyarakat. ada yang
menyebutkan pemberian nama ayu oleh bapak Soeharto yang saat itu ada peresmian
proyek nasional di kabupaten banjarnegara. beliau disajikan dawet banjarnegara
oleh wantita cantik (ayu). terinspirasi dari kecantikan penjual dawet dan
keindahan alam banjarnegara yang asri (ayu) maka bapak Soeharto menyarankan
agar
Dawet ini diberi nama Dawet Ayu.
Dari Versi yang berbeda dan menunjukan promosi atau
pengenalan secara besar-besaran di zamannya melalui media lagu calung
banyumasan yang berjudul Dawet Ayu Banjarnegara. dalam ceritanya ada group
lawak yang sangat terkenal yaitu Peang Penjol manggung di Banjarnegara. mereka
mampir ke warung dawet ibu Munarjo yang berlokasi sebelah utara terminal bus di jalan Dipayuda. group lawak peang
penjol begitu terkesan dengan segarnya dawet serta kecantikan penjualnya
sehingga menginspirasi untuk membuat karya lagu Dawet Ayu.
“Kakang kakang pada plesir, maring ngendi ya yi
Tuku dawet dawete Banjarnegara
Seger, anyes, legi.. apa iya?
Daweet ayu… Dawete Banjarnegara.”
Seolah dalam event-event kesenian tradisional lagu ini
menjadi lagu wajib dibawakan oleh group calung banyumasan. belum dianggap
sinden banyumasan kalau tidak tahu lagu dawet ayu..
Jalan-jalan ke banjarnegara belum mantep kalo belum nyobain
Dawet Ayu,, ^_^

Post a Comment for "Dawet Ayu Banjarnegara"